Benjamin Mendy yang saat ini berusia 23 tahun dan juga bermain untuk kesebelasan Manchester City memiliki keyakinannya untuk meninggalkan AS Monaco sudah terbukti tepat.

Bek Mahal Manchester City Yakin Dengan Keberhasilan Rencananya

Bek Benjamin Mendy yang saat ini berusia 23 tahun dan juga bermain untuk kesebelasan Manchester City memiliki keyakinannya untuk meninggalkan AS Monaco sudah terbukti tepat. Dirinya mengatakan jika Manchester City merupakan tim yang sangat dirinya sukai.

 

Bek Benjamin Mendy juga menambahkan jika saat dirinya melihat hasil undian babak enambelas besar Liga Champions Eropa, ia yakin itu merupakan sebuah kesempatan yang begitu sempurna.

 

Tim bek Benjamin Mendy sebelumnya, AS Monaco dan timnya saat ini Manchester City saling berhadapan pada babak perdelapan final ajang Liga Champions Eropa pada musim lalu. Dalam duel ketat tersebut, AS Monaco mampu lolos ke babak empat besar walaupun sempat dikalahkan dengan skor 3-5 di kandang Manchester City. Pasalnya saat leg kedua, AS Monaco mampu mengalahkan Manchester City dengan skor kemenangan 3-1 dan membuat mereka lolos ke babak selanjutnya.

 

Bek Benjamin Mendy mengatakan jika saat dirinya datang ke Stadion Etihad guna melakoni leg pertama babak perdelapan final Liga Champions Eropa musim lalu, ia mengakui jika markas Manchetser City tersebut begitu sangat mengagumkan.

 

“Aku mengetahui harus menunjukkan yang paling baik dari apa yang aku bisa guna mempunyai peluang menjadi pemain (Manchester) City, ucap bek Benjamin Mendy.

 

Bek Benjamin Mendy pada akhirnya resmi menggunakan kostum Manchester City pada tanggal 24 Juli 2017. Pihak Manchester City harus mempersiapkan dana transfer yang nilainya sangat banyak, sekitar 51,75 juta pounds atau sekitar Rp 901,23 miliar, yang hasru disetorkan ke klub AS Monaco. Dengan nilai tersebut menjadikan Mendy sebagai bek paling mahal di kubu Manchester City.

 

Banderol harga bek Benjamin Mendy mampu mengalahkan harga bek Manchetser City sebelumnya, yaitu John Stones, yang berada di nilai 50,04 juta pounds. Dengan nilai tersebut juga membuat Benjamin Mendy yang saat ini masih berusia 23 tahun itu menjadi bek paling mahal dalam sejarah sepakbola. Rekor tersebut mampu mengungguli rekor sebelumnya milik Kyle Walker, £45 juta yang juga dikeluarkan oleh Manchester City guna memboyongnya dari Tottenham.

 

Mendy yang merupakan pemain berkebangsaan Perancis tersebut menandatangani kontrak dengan durasi lima musim di Manchester City. Ia juga menjadi pemain bintang ke empat yang didatangkan tim asuhan Pep Guardiola tersebut dalam bursa musim panas lalu setelah Ederson, Silva, dan juga Walker.

 

Jadi dengan pilihan Mendy untuk bergabung dengan Manchester City tersebut apakah memang tepat atau justru malah sebaliknya. Namun yang jelas musim kompetisi kali ini baru saja dimulai, jadi mari kita nantikan bagaimana kiprah Mendy bersama Manchester City kali ini, apakah bisa secemerlang saat dirinya masih bermain untuk kesebelasan AS Monaco

Pulang Kampung, Pep Guardiola Ikut Bawa Manchester City

Pulang Kampung Pep Guardiola Ikut Bawa Manchester City

Manajer Josep Guardiola, yang kini menukangi kesebelasan Manchester City dikabarkan akan kembali pulang ke kampung halamannya di Barcelona, Spanyol, di musim panas ini. Akan tetapi, Pep Guardiola tak sendirian, dirinya juga membawa para anak asuhnya ke Catalunya.

 

Manajer Josep Guardiola yang juga merupakan mantan pelatih tim raksasa Jerman, Bayern Munchen tersebut diberitakan akan berada di Barcelona selama empat hari saja. Pada kesempatan tersebut, Manchester City akan merasakan setu kali pertandingan uji coba melawan tim promosi yang juga merupakan tim debutan di Liga Spanyol, Girona.

 

Menariknya, mudik dan pertandingan persahabatan tersebut dilakukan Manajer Josep Guardiola dan juga Manchester City hanya sehari usai mereka melakoni pertandingan pertama di Liga Premier Inggris musim 2017-2018 menghadapi Brighton (12 Agustus mendatang). Sebuah langkah yang terkesan berani itu diambil oleh Pep Guardiola, mengingat dalam pertandingan berikutnya  melawan kesebelasan Everton memiliki jarak yang cukup lama, yaitu sepuluh hari setelah melawan Brighton.

 

Menurut dari pihak Manchester City, hal ini bisa saja menjadi sebuah momentum yang sangat tepat Manajer Josep Guardiola dalam mempersiapkan timnya dengan maksimal untuk kompetisi musim depan. Dikarenakan, beberapa pemain mereka, seperti Bernardo Silva dan Claudio Bravo, tak ikut dalam perjalanan pramusim di Amerika Serikat.

 

“Perjalanan ini adalah sebuah kesempatan besar bagi Pep guna bekerja dengan skuad penuhnya pada sebuah kamp latihan intensif. Laga itu sendiri juga akan menghadirkan tontonan yang fantastis, dikarenakan Girona akan menyelesaikan persiapan mereka sendiri untuk kampanye debut mereka di La Liga,” ucap Txiki Begiristain, yang merupakan Direktur Sepak Bola tim Manchester City.

 

Thixi Begiristain sendiri juga memastikan, jika Manchester City akan semakin lebih kuat lagi setelah kembalinya dari Spanyol. Apalagi, menurut dirinya pertandingan uji coba/persahabatan menghadapi Giorna juga akan dapat memberikan banyak sekali manfaat untuk Manchester City.

 

Manajer Josep Guardiola dan juga Manchester City sendiri terlihat begitu serius dalam mengarungi kompetisi musim depan, terlihat di bursa transfer kali ini mereka terlihat sangat-sangat agresif, mereka telah menghabiskan uang lebih dari 200 juta Poundsterling atau sekitar 3,5 triliun Rupiah, guna bisa mendatangkan lima pemain barunya, dan Manchester City saat ini diyakini masih belum akan mengakhiri belanja pemain mereka.

 

Sampai sekarang ini Manchester City sudah berhasil mendatangkan lima pemain anyar, seperti : Ederson, Kyle Walker, Bernardo Silva, Danilo, dan juga Benjamin Mendy. Manchester City juga telah melakukan perombakan besar-besaran di lini belakang mereka dengan melepas Sagna, Clichy, Zabaleta, dan Kolarov yang sudah mulai menginjak usia senior.

 

Jadi dengan metode latihan dan juga belanja besar-besaran yang dilakukan oleh Manchester City apakah mereka bisa berbicara banyak dalam kompetisi yang mereka ikuti musim depan? Mari kita nantikan.

Agen Sbobet - Bonucci Pilih Cristiano Ronaldo Sebagai Pemain Terbaik Dunia

Agen Sbobet – Bonucci Pilih Cristiano Ronaldo Sebagai Pemain Terbaik Dunia

Agen Sbobet –  Leonardo Bonucci yang merupakan pemain terbaru AC Milan menjawab sebuah pertanyaan mengenai siapa pemain terbaik di dunia menurutnya beserta dengan alasannya. Pemain yang kini berusia 30 tahun dan juga pemain terbaik Liga Italia tahun 2016 itu menunjuk penyerang Cristiano Ronaldo sebagai pemain paling terbaik di dalam dunia sepak bola.

 

“Cristiano Ronaldo. Ia pemain terbaik yang pernah aku hadapi. Dirinya memiliki semua karakteristik seorang juara,” ucap Bonucci kepada Milan TV.

 

Bonucci sendiri sempat merasakan kegarangan penyerang Cristiano Ronaldo di dalam pertandingan final Liga Champions Eropa musim lalu yang mempertemukan Real Madrid dan juga mantan klubnya, Juventus di The National Stadium of Wales tanggal 3 Juni tahun 2017 yang lalu.

 

Ketika itu penyerang Cristiano Ronaldo berhasil menceploskan dua buah gol dan mampu membawa Real Madrid menang dengan skor cukup telak di Pertandingan final Liga Champions Eropa, dengan skor 4-1. Secara keseluruhan penyerang Cristiano Ronaldo sudah mengoleksi 42 gol dan juga 12 assist dari 46 laga di seluruh ajang kompetisi tahun 2016-2017.

 

Penyerang Cristiano Ronaldo yang juga menjabat sebagai kapten tim nasional Portugal tersebut juga ialah pemain pencetak gol paling banyak sepanjang masa di klub Real Madrid dengan catatan 406 gol dari 394 pertandingan. Sebuah catatan itu telah disempurnakan Ronaldo dengan sumbangan 125 assist.

 

Bahkan setelah berhasil menjuarai Liga Champions dengan mengalahkan Juventus, Ronaldo bisa dikatakan menjalani 12 bulan terbaiknya dalam dunia sepakbola. Berbagai trofi, rekor, dan juga penghargaan pribadi telah berhasil dia raih. Di usia dia yang tak muda lagi, hal ini menjadikan sebuah raihan yang luar biasa baginya.

 

Di usia yang tak muda lagi dan juga banyak para pemain lain yang justru menurun penampilannya, Ronaldo malah masih terus bersinar dengan raihan prestasinya. Berikut prestasi Ronaldo dalam 12 bulan terbaiknya selama menjadi pemain sepakbola.

  1. Liga Champions Eropa (28 Mei 2016)
  2. Piala Eropa (10 Juli 2016)
  3. Pemain Terbaik Eropa (25 Agustus 2016)
  4. Ballon D’or (12 Desember 2016)
  5. Piala Dunia Antar KLub (18 Desember 2016)
  6. FIFA Club World Cup Golden Ball (18 Desember 2016)
  7. Pemain Pria Terbaik FIFA (9 Januari 2017)
  8. Portugal Player of The Year (20 Maret 2017)
  9. La Liga (28 Mei 2017)
  10. Liga Champions Eropa (3 Juni 2017)

 

Dengan begitu banyak raihan prestasinya jadi layak dan pantas saja jika Bonucci mengatakan. Cristiano Ronaldo sebagai pemain terbaik dunia. Dan bagaimanapun kita juga harus mengakui jika keduanya baik Bonucci atau Cristiano Ronaldo merupakan pemain yang masuk ke dalam jajaran pemain terbaik dalam dunia sepak bola sesuai dengan posisi mereka masing-masing. Jadi kita nantikan dan saksikan saja aksi-aksi mereka selanjutnya

Herrera Tolak Tawaran Barcelona

Herrera Tolak Daftar Sbobet Mobile Tawaran Barcelona

Ander Herrera yang merupakan salah satu gelandang andalan dari Manchester United secara terang terangan Herrera tolak tawaran Daftar Sbobet Mobile Barcelona. Ander Herrera mengakui dirinya lebih baik berseragam Setan Merah dibandingkan bersama Barcelona. Saat ini Ander Herrera sudah merasa kerasan di Old Trafford dan dengan posisinya sebagai gelandang yang sudah mendapat kepercayaan penuh oleh sang manajer yakni Jose Mourinho. Di akhir musim lalu memang kabar yang begitu hangat dimana Barcelona sangat tertarik untuk memboyong Ander Herrera ke Camp Nou.

 

Namun usaha dari Barcelona ini gagal lantaran sang pemain memilih untuk tetap tinggal dan berusaha untuk membalas budi untuk Manchester United. Ander Herrera menyebutkan bahwa dirinya sangat berterima kasih terhadap Manchester United sudah berhasil membawa dari Spanyol di awal musim 2014 lalu. Dengan Herrera tolak tawaran Barcelona sudah menjadi langkah yang benar untuk membalas budi dan juga menunjukkan profesionalisme bagi sang pemain untuk tim yang sudah mempercayainya.

 

Memang kabar Herrera tolak tawaran Barcelona ini sempat menjadi bahan pembicaraan media Inggris dan juga Spanyol. Pasalnya tim sekelas Barelona sangat menginginkan pemain tersebut namun tawaran tersebut yang akhirnya di tolak. Pasalnya kebanyakan pemain ingin bermain dengan tim papan atas di liga domestiknya dan juga di kancah Eropa. Namun Ander Herrera juga yakin bahwa dirinya dengan Manchester United akan kembali dalam level tersebut.

 

Ander Herrera sangat senang dengan kondisinya saat ini bersama Manchester United, walaupun musim ini mereka gagal untuk menjuarai liga domestik Premier League. Namun Ander Herrera bangga sudah berkontribusi penuh untuk menyumbang tiga trofi musim ini dan paling bangga menjuarai Europa League pertama untuk Manchester United. Alasan utama Herrera tolak tawaran Barcelona yakni dirinya ingin berkembang dan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas timnya. Musim ini Ander Herrera memang begitu bagus dalam penampilannya sebagai gelandang yang di duetkan dengan Paul Pogba.

 

Manchester United berhasil memboyong Ander Herrera pada awal musim 2014/2015 lalu dari Athetic Bilbao dengan harga transfer sebesar 36 juta euro atau setara dengan Rp 538,25 miliar. Dari awal bergabung dengan tim, Ander Herrera menjadi salah satu pemain penting di lini tengah Manchester United walaupun kedatangan Paul Pogba yang notabenya pemain berkualitas.

 

Dalam karirnya bersama Manchester United pada musim 2016/2017 kemarin dirinya memang sedikit dalam mencetak gol dengan torehan dua gol saja. Namun Herrera berhasil memberikan assist sebanyak 11 kali dari 50 pertandingan. selain itu juga dalam partai penting Herrera tampil bagus dengan mematahkan serangan lawannya. Hal ini sangat beruntung bagi Manchester United dengan adanya Herrera tolak tawaran Barcelona yang cukup menggiurkan. Tawaran Barcelona yang di tolak dengan adanya sang pemain sudah mendapat perpanjang kontrak bersama Setan Merah.

De Gea Hengkang, Manchester United Tidak Akan Cari Pengganti

De Gea Hengkang, Manchester United Tidak Akan Cari Pengganti

Kiper baru terbaik Manchester United – Kiper sekaliber hebat yang telah membela klub Manchester United selama enam tahun kembali dikaitkan dengan bursa transfer musim panas 2017 nanti. Ya, klub besar asal Spanyol, Real Madrid yang akan melaju ke final Liga Champion melawan Juventus tahun ini disebut akan memboyong De Gea dengan nilai transfer yang sangat fantastis sebanyak 50 juta euro. Isu kuat yang terus santer terdengar di kalangan pecinta sepak bola Inggris.

 

David de Gea sendiri memang kiper baru terbaik Manchester United sejak kiper sebelumnya, Van deer Sar,meninggalkan Old Trafford.De Gea yang berasal dari negeri Matador alias Spanyol dan lahir pada tanggal 7 November 1990 membuat De Gea masuk dalam daftar bintang sepak bola berbakat dunia yang masih terlampaui muda. Usianya masih muda namun telah menjadi kiper utama klub sebesar Manchester United yang akan melepasnya dengan biaya transfer yang sangat mahal merupakan prestise tersendiri.

 

Sejak membela Manchester United pada tahun 2011 setelah pindah dari klub besar Spanyol lain, Athletico Madrid, De Gea memang menjadi kiper baru terbaik Manchester United yang terus menunjukkan performa terbaik dengan kemampuan dan respon positif menangkap bola yang sangat bagus. Ia pun digadang akan menjadi pengganti kiper sekelas Iker Casilas menjadi kiper utama timnas Spanyol sebab Iker Casilas akan pensiun beberapa tahun lagi. Sebuah karir yang cukup bagus untuk pemain yang memiliki tinggi nyaris 2 meter tersebut.

 

Kiper baru terbaik Manchester United kemungkinan memang akan pulang kembali ke rumah meski tak akan membela klub yang sebelumnya, Athletico Madrid, maka sudah sepantasnya jika Red Devils mulai mencari pengganti. Banyak sekali rumor yang beredar seputar kiper baru terbaik Manchester United yang akan diboyong namun hal itu masih sekadar spekulasi karena De Gea sendiri belum memberikan keputusan.

 

Jose Mourinho selaku pelatih Setan Merah mengungkapkan jika pihaknya belum mencari kiper baru jika De Gea benar-benar hengkang musim depan dari Manchester United. Menurutnya, Sergio Romero, menunjukkan performa penampilan yang gemilang nyaris menyamai kiper utama MU, De Gea, hingga kemungkinan bisa menjadi kiper baru terbaik Manchester United. Manchester United pun berkoar bahwa pihaknya tidak akan pernah mencari pengganti sebab Romero adalah aset berharga yang masih dimiliki MU.

 

Selama ini, Sergio Romero memang kalah saing dari sang kiper utama, David De Gea yang menjadi kiper baru terbaik Manchester United sehingga ia banyak duduk di bangku cadangan setelah Manchester United merekrutnya dari Sampdoria dengan status bebas transfer beberapa saat lalu. Romero telah mencatatkan sebanyak 11 penampilan pada Liga Eropa bersama dengan Manchester United dibawah kepemimpinan Jose Mourinho yang mungkin akan membuatnya tetap merumpun bersama Setan Merah mengingat kontraknya dengan Manchester United tinggal setahun lagi jika De Gea hengkang.

 

Jika pemain sepak bola berumur 30 tahun asal negara Argentina tersebut mampu menunjukkan penampilan yang lebih mengesankan, maka besar kemungkinan ia akan menjadi kiper baru terbaik Manchester United setelah sang kiper utama, De Gea, benar-benar pergi dari Old Trafford. Anda mungkin penggemar sejati Manchester United yang mungkin tak rela jika De Gea pergi dari klub, maka sebaiknya anda berbesar hati. Sabar saja dan saksikan peluang Sergio Romero menjadi kiper baru terbaik Manchester United di masa depan.

Inter Milan Salah Langkah

Inter Milan Salah Langkah- “Sedang Punya Masalah Psikologis”, Ungkap Moratti

Milan punya masalah psikologis – Penggemar dan pengamat sepak bola tidak akan pernah habis untuk mengkritik keberadaan tim-tim sepak bola. Sehingga pemberitaan tentang tim-tim sepak bola dunia juga tidak pernah absen. Ini dikarenakan eksistensi olahraga sepak bola yang sangat tinggi, mengungguli jenis-jenis olahraga yang lainnya. Untuk kabar terbaru datang dari klub sepak bola Inter Milan. Dikabarkan bahwa Milan punya masalah psikologis, karena kemunduran prestasinya akhir-akhir ini.

 

Tim-tim sepak bola dunia tidak pernah luput dari sorotan. Mereka disorot karena prestasi tim dan juga kemerosotan prestasinya. Selain itu, pemberitaan tentang para pemain sepak bolanya pun ikut membesarkan nama sebuah tim sepak bola. Terbukti dengan eksistensi para pemain sepak bola yang sejajar dengan artis dunia. Ketika mereka berprestasi, media pun meliput. Ketika mereka sedang dalam masa-masa krisis prestasi pun menjadi sasaran pemberitaan empuk bagi paparazzi.

 

Namun,  pemberitaan baik layaknya enggan mendekat dengan Milan, dinyatakan bahwa Milan punya masalah psikologis, yang seakan menyiratkan bahwa Milan sedang mengalami gangguan jiwa. Agaknya menjadi makna konotasi yang menyakitkan bagi Milan. Namun memang Milan sedang menghadapi masalah yang serius. Sebuah masalah yang serius itu akan menjadi penyakit bagi sebuah tim sepak bola dan sudah pasti akan mempengaruhi prestasi tim. Ini dikarenakan tidak adanya semangat untuk saling bekerja sama.

 

Prestasi yang ditunjukkan oleh klub Inter Milan ini kembali diperbincangkan, karena banyak kesalahan yang dihadapinya selama pertandingan Serie A Liga Champions musim ini. Ini mengakibatkan prestasinya dinilai sangat menurun drastis. Salah satu pengamat tim ini adalah mantan presiden klub Inter Milan, Massino Moratti.

 

Moratti sudah lama tidak menempati jabatannya sebagai presiden klub Inter Milan, namun kecintaannya terhadap klub ini tidak pernah usang. Dia selalu mengikuti perkembangan Inter Milan hingga dia bisa menyatakan bahwa Milan punya masalah psikologis.

 

Maksud pernyataan Moratti tentang Milan punya masalah psikologis adalah bahwa, Milan sedang krisis semangat. Milan sedang kebingungan karena sangat haus dengan kemenangan. Sebagai puncaknya, pelatih Milan, Stefano Pioli harus dipecat.

 

Selama 8 kali pertandingan yang dilakukan oleh Milan di Serie A Liga Champions ini, Milan hanya menang 2 kali saja. Ditambah lagi pada pertandingan selanjutnya dengan Sassuolo, Milan juga kalah dengan skor 1-2. Milan punya masalah psikologis memang benar-benar terjadi. kini Milan hanya dapat mengumpulkan 56 poin saja dari 36 laga yang dilaluinya.

 

Menanggapi tentang merosotnya prestasi Milan, Moratti setuju dengan keputusan manajemen Milan untuk memecat Pioli, karena Pioli sudah tidak pantas lagi dipertahankan. Dia sudah dianggap tidak mampu untuk melatih Milan, terbukti dengan prestasi Milan yang semakin meredup ketika berada di tangannya.

 

Tonggak prestasi dari sebuah tim adalah adanya peran pelatih yang handal dibidangnya dan professional. Selain itu juga harus ada kerjasama antara tim dengan pelatih untuk meningkatkan prestasi tim. Tetapi nampaknya sudah tidak ada kecocokan lagi antara Pioli dengan tubuh Inter Milan. Sehingga Pioli harus diberhentikan dari jabatannya sebagai pelatih Inter Milan. Sudah lemah prestasinya, dan kehilangan pelatih membuat aroma kemenangan menjadi sangat jauh dari Inter Milan.

 

Marotti menyatakan bahwa Milan punya masalah psikologis ini adalah pernyataan yang benar, karena memang Milan sedang berada di masa-masa yang sulit. Kehilangan semangat untuk meningkatkan prestasi. Marotti berharap akan ada jalan yang cerah untuk Milan bisa kembali lagi mencetak prestasi yang gemilang untuk menghadapi pertandingan selanjutnya, yakni menghadapi Lazio dan Udinese

Perjalanan Real Madrid ke Final Liga Champion

Real Madrid dan Juventus siap berhadapan di final Liga Champion musim ini di Cardiff. Keduanya akan menampilkan gaya permainan yang berlawanan.

Real Madrid melaju ke final setelah menyingkirkan Atletico Madrid di semifinal. Zinedine Zidane menjadi pelatih pertama yang bisa mengantar timnya ke final bergengsi ini 2 tahun berturut-turut setelah Sir Alex Ferguson melakukannya bersama Manchester United di musim 2008 dan 2009.

Ini adalah final ketiga Real Madrid dalam 4 tahun terakhir.

Lawan kali ini adalah Sang Nyonya Tua, Juventus. Juve sendiri lolos dari hadangan AS Monaco dengan skor meyakinkan. Terakhir kali Juve mencapai final adalah 2 tahun lalu, dimana mereka dikalahkan tim Spanyol lainnya, Barcelona.

Ini bukan pertama kalinya kedua tim bertemu di final. Keduanya pernah bertemu di Amsterdam pada tahun 1998 dan saat itu Real Madrid menang 1-0 lewat gol Mijatovic.

Perjalanan Real Madrid ke final.

Real bertemu dengan Borussia Dortmund, Sporting Lisbon, dan Legia Warsaw di Grup F. Mereka finish di posisi kedua di bawah Dortmund dengan selisih 2 poin. Walau tidak terkalahkan, Real bermain imbang 3 kali. 2 kali dengan Dortmund, dan hasil imbang mengejutkan dengan Legia Warsawa di Polandia.

Karim Benzema menjadi top skorer Real di babak grup ini.

Pada babak 16 besar, Real bertemu dengan Napoli. Tim Italia ini disingkirkan dengan agregat 6-2.

Pertemuan pertama di Santiago Bernabeu, Napoli sempat unggul terlebih dahulu lewat Lorenzo Insigne, sebelum Karim Benzema, Toni Kroos, dan Casemiro menutup pertandingan 3-1 untuk keunggulan Madrid.

Pada pertemuan kedua, dominasi kembali diraih Madrid dengan skor 3-1 pula.

Babak per delapan final, anak asuh Zidane bertemu dengan raksasa Jerman, Bayern Munchen.

Bermain awal di Allianz Arena, mereka tertinggal terlebih dahulu di babak pertama sebelum Ronaldo mencetak 2 gol dan memenangkan pertandingan tersebut 2-1.

Hattrick Ronaldo

Di Madrid, Bayern berhasil membalas dengan skor 2-1 pula, sehingga pertandingan harus memasuki babak tambahan. Di babak tambahan ini, Madrid pantas berterima kasih kepada Ronaldo. Hattricknya dan 1 gol tambahan dari Asensio meloloskan Real dengan agregat 6-3.

Di semifinal, Real bertemu dengan rival sekota, Atletico Madrid. Ini adalah pertemuan beruntun kedua tim di Liga Champion, dimana 3 musim sebelumnya, mereka sempat bertemu 2 kali di final.

Sayangnya, pelatih Diego Simone belum mampu membalas kekalahan tersebut. Mereka kembali disingkirkan Real 4 musim beruntun.

Pada pertemuan awal, hattrick Ronaldo menghancurkan Atletico. Hattrick beruntun pemain Portugal tersebut di Liga Champion sekaligus mencetak gol ke 103 nya di Champion. Rekor terbanyak gol saat ini dipegang oleh Ronaldo.

Di pertemuan kedua, Atletico hampir saja membalik keadaan setelah unggul 2-0 terlebih dahulu sebelum permainan menginjak 20 menit. Namun, Karim Benzema bermain luar biasa. Ia melewati 3 pemain Atletico sebelum melepas umpan kepada Toni Kroos yang langsung menembak. Tembakan tersebut masih mampu di blok Oblak, tetapi bola jatuh ke kaki Isco di muka gawang dan dengan mudah ia menjebloskan bola.

Keunggulan 2-1 ini berhasil dipertahankan Real, walau Atletico bermain luar biasa dengan berbagai peluang yang seharusnya menjadi gol.

Real Lolos

Real pun lolos ke final dengan agregat 4-2.

Lawan berat kini menanti. Juventus yang hanya kebobolan 1 gol di babak gugur, akan menjadi tantangan bagi Real untuk merebut trofi juara Champion musim ini.

 

Ikuti Juga : Insiden Pizzagate- Lemparan Pizza ke Muka Sir Alex

Pep Guardiola Mengaku Butuh Penyerang Yang Dapat Diandalkan

Pep Guardiola Mengaku Butuh Penyerang Yang Dapat Diandalkan

Kemenangan besar yang diperoleh Manchester City atas Crystal Palace dengan skor 5 – 0 dapat menjadi titik balik dan kebangkitan tim asuhan Pep Guardiola tersebut. Setelah mengalami kesulitan mencetak gol pada beberapa laga terakhir; menang 5 gol tanpa balas menunjukkan potensi yang sebenarnya dimiliki oleh tim Manchester City. Sang manajer mengakui bahwa kesulitan mencetak gol merupakan masalah utama yang ia hadapi semenjak menangani Manchester City di awal musim ini. Kegagalan menang menjadi alasan Manchester City kehilangan poin – poin berharga yang berdampak pada hilangnya peluang memenangkan gelar di musim ini. Mendatangkan pemain dengan kemampuan mencetak gol yang dapat diandalkan disebut – sebut menjadi rencana Pep Guardiola di bursa transfer pemain musim panas nanti.

 

Manchester City untuk pertama kalinya mencetak 5 gol di Liga Primer Inggris musim ini. Terdapat 5 pemain yang mencatatkan namanya di papan skor pada laga melawan Crystal Palace tersebut. Hanya saja sang manajer mengaku belum memiliki sosok pemain yang dapat diandalkan untuk selalu mencetak gol. Guardiola mengaku dirinya memiliki skuad berkualitas; hanya saja pemain yang bertugas mencetak gol ternyata belum dapat diandalkan dari pertandingan ke pertandingan berikutnya. Pemain yang mencetak gol harus mencetak gol; demikian ungkap Pep Guardiola ketika mengaku timnya tidak memiliki pemain dengan kemampuan tersebut.

 

Kemenangan 5 – 0 atas Crystal Palace tersebut membuka peluang bagi Manchester City untuk lolos ke Liga Champions Eropa musim depan; terlebih lagi ketika Liverpool hanya mampu bermain imbang tanpa gol saat menjamu Southampton dan Manchester United dikaahkan Arsenal di Stadion Emirates. Persaingan di Liga Primer Inggris diakui Pep Guardiola jauh lebih ketat dari Bundesliga dan juga La Liga. Jika Bayern Munich selalu mendominasi Bundesliga dan La Liga selalu menjadi persaingan Barcelona serta Real Madrid; Liga Primer Inggris memiliki 5 hingga 6 tim yang selalu bersaing ketat di setiap musim. Guardiola menyebut Chelsea dan Liverpool memiliki keuntungan di musim ini karena tidak terlibat di kompetisi Eropa dan situasi akan menjadi berbeda jika keduanya juga berlaga di kompetisi Eropa musim depan.

Pizzagate adalah insiden saat official Arsenal melempar pizza ke arah Sir Alex

Insiden Pizzagate- Lemparan Pizza ke Muka Sir Alex

Pertandingan-pertandingan di laga lapangan hijau memang sangat ramai. Karena antusiasme para penggemar sepak bola sendiri yang sangat besar. Kualitas dan karisma para pemain sepak bola menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggemar sepak bola. Bahkan tidak jarang juga, para penonton dibuat gemes sehingga melakukan pemberontakan atau tindakan yang tidak terduga, seperti pada Insiden Pizzagate official Arsenal.

 

Baca Juga : Laga Barca Legends vs Madrid Legends 28 April 2017

 

Olahraga sepak bola banyak sekali penggemarnya. Dari waktu ke waktu selalu bertambah dan akan terus bertambah. Kita bisa melihatnya dari keriuhan ketika liga pertandingan sepak bola sedang berlangsung agen sbobet terpercaya. Di setiap musimnya, selalu ramai dan dimeriahkan oleh banyak orang. Mereka sangat antusias dengan alur permainannya yang seru dan kelihaian para pemainnya.

 

Saking banyaknya penggemar sepak bola, mereka memiliki perkumpulan tersendiri. Setiap perkumpulan penggemar sebuah klub sepak bola terdiri dari ratusan bahkan ribuan orang. Saking banyaknya, stadion selalu dipenuhi oleh lautan manusia.

 

Antuasiasme dari para penggemar sangatlah besar, sehingga menyebabkan mereka selalu terbakar amarah ketika klub yang didukungnya mengalami kekalahan. Bahkan sangat sering terjadi hal-hal yang tdiak diinginkan, seperti perkelahian antar penggemar klub, atau tindakan anarkis yang lainnya. Seperti Insiden Pizzagate official Arsenal ini salah satunya.

 

Insiden Pizzagate official Arsenal

Insiden Pizzagate adalah salah satu bentuk protes penggemar Arsenal yang tidak terima tim yang didukungnya kalah dari Manchester United. Mereka melakukan tindakan pelemparan Pizza ke penggemar Manchester United. Dan puncaknya potongan pizza pun mendarat ke muka Sir Alex.

 

Pertandingan antara Arsenal dan Manchester United ini dilakukan pada tanggal 24 Oktober 2014 lalu di Old Trafford, dengan skor 2-0 dimenangkan oleh Manchester United. Laga pertandingan itu termasuk dalam laga Premier League musim 2014.

 

Karena para penggemar Arsenal tidak terima jika Arsenal kalah dari Manchester United. Penggemar Manchester United pun juga ikut membalas lemparan makanan dari penggemar Arsenal. Makanan-makanan lain selain pizza yang dilemparkan adalah roti isi, sup, serta makanan-makanan lainnya.

 

Lalu Insiden Pizzagate official Arsenal ini pun kemudian tercipta ketika lemparan pizza dari para penggemar klub mengenai wajah Sir Alex. Nama lain dari Insiden Pizzagate official Arsenal ini adalah “Battle of the Buffet”.

 

Insiden Pizzagate official Arsenal ini menjadi sebuah penutup dari 49 laga yang dihabiskan oleh tim Manchester United. Arsenal menjadi tim terakhir yang dikalahkan.

 

Kejadian atau Insiden Pizzagate official Arsenal ini memang seperti sudah direncanakan. Karena merupakan pertandingan final, jadi keadaan penggemar kedua klub sudah saling mengejek satu sama lain, sehingga suasana panas dan tegang sudah tercipta sebelum pertandingan dimulai. Bukan hanya itu, ketika pertandingan berlangsung pun berlangsung dengan sengit karena penuh dengan adu fisik dan saling menjatuhkan satu sama lain.

Insiden Pizzagate official Arsenal ini menjadi peristiwa yang bersejarah dan tidak akan terlupakan

barca legends vs real madrid legends

Laga Barca Legends vs Madrid Legends 28 April 2017

Barca Legends akan melakukan perjalanan ke Lebanon pada tanggal 28 April untuk menghadapi tim Real Madrid Legends di Camille Chamoun Sports City di Beirut.

 

Tebak siapa saja yang akan berlaga disana.

Yang pasti nama Ronaldinho tidak akan ketinggalan. Pemain yang sekarang menjadi duta klub, sekali lagi akan mengenakan kaos Barca untuk pertandingan amal di Lebanon, bergabung dengan skuad tim yang dipilih oleh Jose Mari Bakero.

 

Daftar lengkap pemain Barcelona yang terpilih untuk pertandingan tersebut adalah sebagai berikut: Angoy, Guzmán, Zambrotta, Juan Carlos, Popescu, Belletti, Abidal, Nadal, Edmílson, Goikoetxea, Mendieta, Davids, Giuly, Julio Salinas, Luis García, Simao Sabrosa dan Ronaldinho.

 

Di kubu Madrid, José Antonio Camacho telah memilih César, Pavón, Julio Llorente, Amavisca, Savio, De la Red, Morientes, Roberto Carlos, Fernando Sanz dan Karembeu.

 

Jordi Cardoner, wakil presiden pertama yang bertanggung jawab atas Kawasan Sosial, akan memimpin delegasi blaugrana yang dijadwalkan mengunjungi sebuah kamp pengungsi di wilayah Bekaa, sementara sekelompok pemain akan mengunjungi sekolah negeri di Beirut dimana mereka akan melakukan check up Program FutbolNet, dimana Yayasan Klub berbagi ke seluruh dunia.

 

Baca Juga : Roy Keane, Dahulunya Seorang Atlet Tinju

 

Barca Legends di Nou Camp.

Apa itu Barca Legends?

Barca Legends dibentuk dari hasil dari sebuah program FC Barcelona untuk menghormati banyak pemain sepak bola yang telah mengenakan kaus Barcelona selama bertahun-tahun. Proyek ini berharap dapat membantu mengglobalisasi nama dan nilai Barca melalui mantan pemain, dan juga untuk terus mengeksploitasi karir mereka setelah pensiun dari tugas profesional.

Inisiatif untuk aktivitas amal ini akan diadakan pada berbagai pertandingan dan penyelenggaraan acara di berbagai tempat di seluruh dunia.

Pada bulan Maret lalu, diumumkan bahwa para legenda ini akan menghadapi tim pemain Manchester United Legends yang terkenal pada tanggal 30 Juni di Nou Camp, dan akan ada pertandingan kembali di Old Trafford pada 2 September.

Tentu akan menarik menanti pemain yang terkenal di Barcelona dan Real Madrid silam ini saling mengadu kemampuan.

Roy Keane, Dahulunya Seorang Atlet Tinju

Roy Keane, Dahulunya Seorang Atlet Tinju

Sosok kapten legendaris Manchester United ini masih melekat kuat di benak para fans Setan Merah. Dialah sosok fenomenal dari Irlandia, Roy Keane . Pemain tengah yang cukup kontroversial di dataran Inggris. Pemain ini nyatanya menjadi ikon tim United sejak tahun 1997 hingga tahun 2005-an.  Dalam masa kepemimpinannya di lapangan hijau, pria Irlandia ini sukses membawa tim setan merah meraih beberapa gelar prestisius.

 

 

Melihat rekam jejaknya dalam dunia sepak bola, Roy Keane merupakan pemain yang memulai karirnya justru bukan dari dunia si kulit bundar. Keane lahir pada tanggal 10 Agustus 1971 ini mengawali karirnya justru dari dunia tinju. Sejak kecil hingga usia 9 tahun, Keane rajin berlatih tinju di sebuah klub tinju di kota kelahirannya. agen sbobet mengabarkanHal ini dikarenakan postur tubuhnya yang dianggap kurang ideal untuk bermain bola.

 

Baca Juga : Gianluigi Buffon, Kiper Hebat yang Dahulunya Seorang Gelandang Penyerang

 

Kemampuannya untuk bermain tinju ini semakin membuta fisik pemain ini kuat hingga akhirnya Roy Keane memutuskan untuk banting setir dan bermain di Klub sepak bola lokal Rockmount AFC. Sejak usia 9 tahun inilah dia mengasah keterampilan bermain bolanya di klub lokal kotanya ini. Bertahan beberapa musim di Rockmount AFC Junior, akhirnya Keane bergabung dengan Cobh Ramblers.

 

 

Cobh Ramblers merupakan sebuah klub semi profesional yang berasal dari Irlandia. Dari klub yang diasuh oleh Eddie O’Rourke inilah yang mengantarkan Roy Keane mentas di kompetisi yang lebih tinggi. Berkat penampilannya kala membela Cobh Ramblers yang bersua dengan Belveder FC, membuat salah satu klub peserta Liga Inggris yaitu Nottingham Forest kepincut dengan kemampuan Keane.

 

 

Setelah mendapatkan kepercayaan penuh dari pelatih dan manajemen Nottingham, maka Keane selalu menjadi skuad inti dalam setiap laga yang dijalani. Hingga akhirnya di tahun 1993 klub besar Inggris yaitu Manchester United meminang pemain ini dengan harga  78 milliar rupiah. Selanjutnya, seiring dengan kemajuannya dalam bermain Roy Keane akhirnya didaulat menjadi kapten tim sejak tahun 1994.

 

 

Nampaknya karakter olahraga tinju yang sempat dipelajari ketika kecil dulu memberikan andil yang cukup dominan dalam gaya bermain Roy Keane. Sosok Keane dikenal sebagai pemain tengah yang sangat piawai dalam mematikan pergerakan lawan dengan karakter permainan yang keras dan lugas. Tak ayal jika dirinya menjelma menjadi maestro di lapangan tengah kubu The Red Devils.

 

 

Di bawah tangan dingin pelatih Skotlandia Sir Alex Fergusson, Manchester United sukses menjadi raja di tanah Inggris maupun Eropa dengan berbagai macam raihan gelar dan trofinya. Selain itu Roy Keane juga memberikan andil sangat besar dalam kesuksesan Setan Merah selama beberapa musim di era kepemimpinannya di lapangan hijau. Hingga kini rasanya Keane adalah salah satu legenda bagi Man. United.

Gianluigi Buffon, Kiper Hebat yang Dahulunya Seorang Penyerang

Gianluigi Buffon, Kiper Hebat yang Dahulunya Seorang Gelandang Penyerang

Tua-tua keladi makin tua makin menjadi, itulah peribahasa yang cocok untuk menggambarkan kehebatan kiper Juventus yang satu ini. Dialah Kiper hebat yang bernama Gianluigi Buffon. Hampir semua fans sepak bola di dunia ini mengenal namanya. Buffon merupakan salah satu penjaga gawang terbaik yang pernah ada di dunia sepak bola.

 

 

Gianluigi Buffon lahir pada tanggal 28 Januari 1978 silam. Buffon dikenal sebagai pemain yang loyal terhadap klubnya. Hal itu terbukti ketika Juventus terlibat kasus Calciopolli di tahun 2006 dan memaksa klub tersebut terjun ke kasta kelas dua yaitu Serie B. Meskipun banyak tawaran dari klub-klub elit Eropa berdatangan, namun dia lebih memilih bertahan bersama Si  Nyonya Tua Juventus.

 

 

Jika memperhatikan rekam jejak karir sepak bola profesionalnya, dia hanya pernah berkostum dua klub saja hingga detik ini. Klub pertama adalah AC Parma dan yang sekarang adalah Juventus. Menilik lebih jauh dari perjalanan karir Gianluigi Buffon ada sebuah hal yang menarik untuk dibahas. Hal itu terkait pada posisi awal pemain yang akrab disapa ‘Gigi’ ini.

 

 

Gianluigi Buffon muda memulai karir sepak bola di klub AC Parma pada tahun 1991. Di awal karirnya di tim junior AC Parma, Buffon sering berlatih dan bermain sebagai gelandang tengah dan penyerang. Posisi penyeranglah yang paling banyak dipilih Buffon ketika bermain di tim junior Parma. Hingga ada sebuah kejadian yang terjadi secara tidak sengaja di kubu Parma.

 

 

Kala itu dua penjaga gawang andalan AC Parma sama-sama dibekap cidera hingga akhirnya pelatih mengintruksikan Buffon untuk menjadi seorang kiper. Lama-kelamaan kebiasaan menjadi kiper itu akhirnya diminati oleh Buffon. Dari posisi kiper inilah potensinya semakin meningkat dan terus mengambil hati tim pelatih hingga kahirnya di tahun `1995, kesempatan itu datang.

 

 

Tepat di tanggal 19 November 1995, Gianluigi Buffon yang kala itu masih berusia 17 tahun menjajal debut pertama kalinya di kasta tertinggi sepak bola Italia. Buffon menempati posisi sebagai kiper utama Parma lantaran kedua kiper lainnya sedang cidera. Laga debut ini tidak mudah, karena AC Parma kala itu harus bertemu dengan klub papan atas Italia yaitu AC Milan.

 

 

Tidak mau membuang kesempatan itu, akhirnya Gianluigi Buffon menjadi kejutan besar dalam dunia sepak bola. Di usianya yang masih sangat belia, Buffon tampil dengan impresif dan berhasil menjaga kesuciannya dari gempuran pemain-pemain top AC Milan. Akhirnya laga berkesudahan dengan kedudukan imbang tanpa gol. Dari awal yang baik itulah, Buffon menjadi bagian penting dari kesuksesan AC Parma.

 

 

Hingga akhirnya manajemen Juventus terpikat dengan kemampuan kiper yang satu ini. Di musim 2001 secara resmi Juventus memboyong Gianluigi Buffon dari Parma dengan mahar yang sangat fantastis untuk level seorang kiper. Di Juventus inilah Buffon menjelma menjadi kiper hebat yang melegenda bagi tanah Italia.

Awal Karier “The King” Eric Cantona Adalah Seorang Kiper

Awal Karir “The King” Eric Cantona Adalah Seorang Kiper

Doupik.com – Manchester United adalah satu diantara sekian banyak klub sepak bola dunia yang memiliki penyerang-penyerang haus gol. Sebut saja nama Teddy Sheringham, Rooney, C. Ronaldo, Rudd van Nistelrooy, Mark Hughes, dan yang paling fenomenal adalah The King Eric Cantona. Khusus untuk nama terakhir merupakan sosok pemain penyerang yang teramat spesial bagi kubu Setan Merah.

 

 

Eric Cantona dikenal sebagai striker yang sangat menjadi fokus perhatian sepak bola Inggris pada tahun 1990-an. Bagaimana tidak, Cantona menjelma menjadi striker yang haus gol sekaligus striker yang dikenal paling kontroversial. Berbagai tindakan kontroversial yang berbalut emosional kerap kali dilakukan pemain asal Perancis ini. Sehingga sepak terjangnya selalu jadi perbincangan.

 

 

Kiprah perjalanan panjang dari pemain ini berawal dari Kota Marseille Perancis. 24 Mei tahun 1966 seorang bayi laki-laki lahir dari keluarga yang didominasi dari golongan berjuang. Anak laki-laki tersebut bernama lengkap Eric Daniel Pierre Cantona. Dari latar belakang yang kental dengan nuansa militer, maka seorang Eric Cantona menjadi seorang anak yang memiliki kepribadian keras dan pantang menyerah.

 

 

Kehidupan ekonomi keluarga pada saat itu bisa dikatakan miskin, membuat sosok Eric Cantona menjadi anak yang terus berjuang tanpa kenal lelah. Hingga akhirnya dia mulai tertarik dengan dunia sepak bola. Ketertarikan ini lantaran dia kerap bermain sepak bola bersama sang ayah. Hingga akhirnya dia memulai karir sepak bola juniornya bersama SO Caillolais di tahun 1981.

 

Satu hal yang menarik dari klub pertama the king Eric Cantona ini, ketika mulai bermain reguler di klub ini, Cantona sering dipasang sebagai kiper. Pada sat itu Cantona masih dalam proses pencarian jati diri sehingga dia dianggap cocok bermain sebagai kiper. Namun karena naluri menyerangnya yang tinggi, maka posisi kiper sangat tidak cocok dengan sosok Cantona.

 

 

Setelah satu tahun memulai karirnya di level junior bersama SO Cailolais, dia akhirnya hijrah ke Auxerre. Selama bermain di klub level atas liga Perancis ini emosi seorang Eric Cantona muda kerap meledak-ledak. Hingga akhirnya dia terlibat insiden baku hantam dengan rekan satu timnya. Akibatnya dia harus disisihkan di klub lain yaitu Olympique Marseille.

 

 

Pengalaman tidak mengenakan yang didapat Eric Cantona di klub sebelumnya tidak membuat dia jera dengan perilaku buruknya. Di Marseille dia terlibat lagi cekcok dengan rekan satu timnya. Hingga akhirnya diusir dari klub barunya. Dari kejadian ini sempat frustasi. Hinga akhirnya Michel Platini menyarankan dia untuk pindah ke Liga Inggris  bersama Ledds United.

 

Baca Juga : Judi Casino Online Dengan Menggunakan Uang Asli Terpercaya

 

Kasus kontroversialnya tidak berhenti di sini, di Ledds dia justru berseteru dengan sang pelatih. Akhirnya dia dijual dengan harga murah ke Manchester United. Di klub inilah nasib Eric Cantona berubah. Dia menjelma menjadi pemain kunci keberhasilan setan merah dalam merajai kompetisi sepak bola Inggris. Kesuksesan The King Cantona ini tetap saja dibumbui dengan berbagai perilaku kontroversialnya.