De Gea Hengkang, Manchester United Tidak Akan Cari Pengganti

De Gea Hengkang, Manchester United Tidak Akan Cari Pengganti

Kiper baru terbaik Manchester United – Kiper sekaliber hebat yang telah membela klub Manchester United selama enam tahun kembali dikaitkan dengan bursa transfer musim panas 2017 nanti. Ya, klub besar asal Spanyol, Real Madrid yang akan melaju ke final Liga Champion melawan Juventus tahun ini disebut akan memboyong De Gea dengan nilai transfer yang sangat fantastis sebanyak 50 juta euro. Isu kuat yang terus santer terdengar di kalangan pecinta sepak bola Inggris.

 

David de Gea sendiri memang kiper baru terbaik Manchester United sejak kiper sebelumnya, Van deer Sar,meninggalkan Old Trafford.De Gea yang berasal dari negeri Matador alias Spanyol dan lahir pada tanggal 7 November 1990 membuat De Gea masuk dalam daftar bintang sepak bola berbakat dunia yang masih terlampaui muda. Usianya masih muda namun telah menjadi kiper utama klub sebesar Manchester United yang akan melepasnya dengan biaya transfer yang sangat mahal merupakan prestise tersendiri.

 

Sejak membela Manchester United pada tahun 2011 setelah pindah dari klub besar Spanyol lain, Athletico Madrid, De Gea memang menjadi kiper baru terbaik Manchester United yang terus menunjukkan performa terbaik dengan kemampuan dan respon positif menangkap bola yang sangat bagus. Ia pun digadang akan menjadi pengganti kiper sekelas Iker Casilas menjadi kiper utama timnas Spanyol sebab Iker Casilas akan pensiun beberapa tahun lagi. Sebuah karir yang cukup bagus untuk pemain yang memiliki tinggi nyaris 2 meter tersebut.

 

Kiper baru terbaik Manchester United kemungkinan memang akan pulang kembali ke rumah meski tak akan membela klub yang sebelumnya, Athletico Madrid, maka sudah sepantasnya jika Red Devils mulai mencari pengganti. Banyak sekali rumor yang beredar seputar kiper baru terbaik Manchester United yang akan diboyong namun hal itu masih sekadar spekulasi karena De Gea sendiri belum memberikan keputusan.

 

Jose Mourinho selaku pelatih Setan Merah mengungkapkan jika pihaknya belum mencari kiper baru jika De Gea benar-benar hengkang musim depan dari Manchester United. Menurutnya, Sergio Romero, menunjukkan performa penampilan yang gemilang nyaris menyamai kiper utama MU, De Gea, hingga kemungkinan bisa menjadi kiper baru terbaik Manchester United. Manchester United pun berkoar bahwa pihaknya tidak akan pernah mencari pengganti sebab Romero adalah aset berharga yang masih dimiliki MU.

 

Selama ini, Sergio Romero memang kalah saing dari sang kiper utama, David De Gea yang menjadi kiper baru terbaik Manchester United sehingga ia banyak duduk di bangku cadangan setelah Manchester United merekrutnya dari Sampdoria dengan status bebas transfer beberapa saat lalu. Romero telah mencatatkan sebanyak 11 penampilan pada Liga Eropa bersama dengan Manchester United dibawah kepemimpinan Jose Mourinho yang mungkin akan membuatnya tetap merumpun bersama Setan Merah mengingat kontraknya dengan Manchester United tinggal setahun lagi jika De Gea hengkang.

 

Jika pemain sepak bola berumur 30 tahun asal negara Argentina tersebut mampu menunjukkan penampilan yang lebih mengesankan, maka besar kemungkinan ia akan menjadi kiper baru terbaik Manchester United setelah sang kiper utama, De Gea, benar-benar pergi dari Old Trafford. Anda mungkin penggemar sejati Manchester United yang mungkin tak rela jika De Gea pergi dari klub, maka sebaiknya anda berbesar hati. Sabar saja dan saksikan peluang Sergio Romero menjadi kiper baru terbaik Manchester United di masa depan.

Inter Milan Salah Langkah

Inter Milan Salah Langkah- “Sedang Punya Masalah Psikologis”, Ungkap Moratti

Milan punya masalah psikologis – Penggemar dan pengamat sepak bola tidak akan pernah habis untuk mengkritik keberadaan tim-tim sepak bola. Sehingga pemberitaan tentang tim-tim sepak bola dunia juga tidak pernah absen. Ini dikarenakan eksistensi olahraga sepak bola yang sangat tinggi, mengungguli jenis-jenis olahraga yang lainnya. Untuk kabar terbaru datang dari klub sepak bola Inter Milan. Dikabarkan bahwa Milan punya masalah psikologis, karena kemunduran prestasinya akhir-akhir ini.

 

Tim-tim sepak bola dunia tidak pernah luput dari sorotan. Mereka disorot karena prestasi tim dan juga kemerosotan prestasinya. Selain itu, pemberitaan tentang para pemain sepak bolanya pun ikut membesarkan nama sebuah tim sepak bola. Terbukti dengan eksistensi para pemain sepak bola yang sejajar dengan artis dunia. Ketika mereka berprestasi, media pun meliput. Ketika mereka sedang dalam masa-masa krisis prestasi pun menjadi sasaran pemberitaan empuk bagi paparazzi.

 

Namun,  pemberitaan baik layaknya enggan mendekat dengan Milan, dinyatakan bahwa Milan punya masalah psikologis, yang seakan menyiratkan bahwa Milan sedang mengalami gangguan jiwa. Agaknya menjadi makna konotasi yang menyakitkan bagi Milan. Namun memang Milan sedang menghadapi masalah yang serius. Sebuah masalah yang serius itu akan menjadi penyakit bagi sebuah tim sepak bola dan sudah pasti akan mempengaruhi prestasi tim. Ini dikarenakan tidak adanya semangat untuk saling bekerja sama.

 

Prestasi yang ditunjukkan oleh klub Inter Milan ini kembali diperbincangkan, karena banyak kesalahan yang dihadapinya selama pertandingan Serie A Liga Champions musim ini. Ini mengakibatkan prestasinya dinilai sangat menurun drastis. Salah satu pengamat tim ini adalah mantan presiden klub Inter Milan, Massino Moratti.

 

Moratti sudah lama tidak menempati jabatannya sebagai presiden klub Inter Milan, namun kecintaannya terhadap klub ini tidak pernah usang. Dia selalu mengikuti perkembangan Inter Milan hingga dia bisa menyatakan bahwa Milan punya masalah psikologis.

 

Maksud pernyataan Moratti tentang Milan punya masalah psikologis adalah bahwa, Milan sedang krisis semangat. Milan sedang kebingungan karena sangat haus dengan kemenangan. Sebagai puncaknya, pelatih Milan, Stefano Pioli harus dipecat.

 

Selama 8 kali pertandingan yang dilakukan oleh Milan di Serie A Liga Champions ini, Milan hanya menang 2 kali saja. Ditambah lagi pada pertandingan selanjutnya dengan Sassuolo, Milan juga kalah dengan skor 1-2. Milan punya masalah psikologis memang benar-benar terjadi. kini Milan hanya dapat mengumpulkan 56 poin saja dari 36 laga yang dilaluinya.

 

Menanggapi tentang merosotnya prestasi Milan, Moratti setuju dengan keputusan manajemen Milan untuk memecat Pioli, karena Pioli sudah tidak pantas lagi dipertahankan. Dia sudah dianggap tidak mampu untuk melatih Milan, terbukti dengan prestasi Milan yang semakin meredup ketika berada di tangannya.

 

Tonggak prestasi dari sebuah tim adalah adanya peran pelatih yang handal dibidangnya dan professional. Selain itu juga harus ada kerjasama antara tim dengan pelatih untuk meningkatkan prestasi tim. Tetapi nampaknya sudah tidak ada kecocokan lagi antara Pioli dengan tubuh Inter Milan. Sehingga Pioli harus diberhentikan dari jabatannya sebagai pelatih Inter Milan. Sudah lemah prestasinya, dan kehilangan pelatih membuat aroma kemenangan menjadi sangat jauh dari Inter Milan.

 

Marotti menyatakan bahwa Milan punya masalah psikologis ini adalah pernyataan yang benar, karena memang Milan sedang berada di masa-masa yang sulit. Kehilangan semangat untuk meningkatkan prestasi. Marotti berharap akan ada jalan yang cerah untuk Milan bisa kembali lagi mencetak prestasi yang gemilang untuk menghadapi pertandingan selanjutnya, yakni menghadapi Lazio dan Udinese

Perjalanan Real Madrid ke Final Liga Champion

Real Madrid dan Juventus siap berhadapan di final Liga Champion musim ini di Cardiff. Keduanya akan menampilkan gaya permainan yang berlawanan.

Real Madrid melaju ke final setelah menyingkirkan Atletico Madrid di semifinal. Zinedine Zidane menjadi pelatih pertama yang bisa mengantar timnya ke final bergengsi ini 2 tahun berturut-turut setelah Sir Alex Ferguson melakukannya bersama Manchester United di musim 2008 dan 2009.

Ini adalah final ketiga Real Madrid dalam 4 tahun terakhir.

Lawan kali ini adalah Sang Nyonya Tua, Juventus. Juve sendiri lolos dari hadangan AS Monaco dengan skor meyakinkan. Terakhir kali Juve mencapai final adalah 2 tahun lalu, dimana mereka dikalahkan tim Spanyol lainnya, Barcelona.

Ini bukan pertama kalinya kedua tim bertemu di final. Keduanya pernah bertemu di Amsterdam pada tahun 1998 dan saat itu Real Madrid menang 1-0 lewat gol Mijatovic.

Perjalanan Real Madrid ke final.

Real bertemu dengan Borussia Dortmund, Sporting Lisbon, dan Legia Warsaw di Grup F. Mereka finish di posisi kedua di bawah Dortmund dengan selisih 2 poin. Walau tidak terkalahkan, Real bermain imbang 3 kali. 2 kali dengan Dortmund, dan hasil imbang mengejutkan dengan Legia Warsawa di Polandia.

Karim Benzema menjadi top skorer Real di babak grup ini.

Pada babak 16 besar, Real bertemu dengan Napoli. Tim Italia ini disingkirkan dengan agregat 6-2.

Pertemuan pertama di Santiago Bernabeu, Napoli sempat unggul terlebih dahulu lewat Lorenzo Insigne, sebelum Karim Benzema, Toni Kroos, dan Casemiro menutup pertandingan 3-1 untuk keunggulan Madrid.

Pada pertemuan kedua, dominasi kembali diraih Madrid dengan skor 3-1 pula.

Babak per delapan final, anak asuh Zidane bertemu dengan raksasa Jerman, Bayern Munchen.

Bermain awal di Allianz Arena, mereka tertinggal terlebih dahulu di babak pertama sebelum Ronaldo mencetak 2 gol dan memenangkan pertandingan tersebut 2-1.

Hattrick Ronaldo

Di Madrid, Bayern berhasil membalas dengan skor 2-1 pula, sehingga pertandingan harus memasuki babak tambahan. Di babak tambahan ini, Madrid pantas berterima kasih kepada Ronaldo. Hattricknya dan 1 gol tambahan dari Asensio meloloskan Real dengan agregat 6-3.

Di semifinal, Real bertemu dengan rival sekota, Atletico Madrid. Ini adalah pertemuan beruntun kedua tim di Liga Champion, dimana 3 musim sebelumnya, mereka sempat bertemu 2 kali di final.

Sayangnya, pelatih Diego Simone belum mampu membalas kekalahan tersebut. Mereka kembali disingkirkan Real 4 musim beruntun.

Pada pertemuan awal, hattrick Ronaldo menghancurkan Atletico. Hattrick beruntun pemain Portugal tersebut di Liga Champion sekaligus mencetak gol ke 103 nya di Champion. Rekor terbanyak gol saat ini dipegang oleh Ronaldo.

Di pertemuan kedua, Atletico hampir saja membalik keadaan setelah unggul 2-0 terlebih dahulu sebelum permainan menginjak 20 menit. Namun, Karim Benzema bermain luar biasa. Ia melewati 3 pemain Atletico sebelum melepas umpan kepada Toni Kroos yang langsung menembak. Tembakan tersebut masih mampu di blok Oblak, tetapi bola jatuh ke kaki Isco di muka gawang dan dengan mudah ia menjebloskan bola.

Keunggulan 2-1 ini berhasil dipertahankan Real, walau Atletico bermain luar biasa dengan berbagai peluang yang seharusnya menjadi gol.

Real Lolos

Real pun lolos ke final dengan agregat 4-2.

Lawan berat kini menanti. Juventus yang hanya kebobolan 1 gol di babak gugur, akan menjadi tantangan bagi Real untuk merebut trofi juara Champion musim ini.

 

Ikuti Juga : Insiden Pizzagate- Lemparan Pizza ke Muka Sir Alex

Pep Guardiola Mengaku Butuh Penyerang Yang Dapat Diandalkan

Pep Guardiola Mengaku Butuh Penyerang Yang Dapat Diandalkan

Kemenangan besar yang diperoleh Manchester City atas Crystal Palace dengan skor 5 – 0 dapat menjadi titik balik dan kebangkitan tim asuhan Pep Guardiola tersebut. Setelah mengalami kesulitan mencetak gol pada beberapa laga terakhir; menang 5 gol tanpa balas menunjukkan potensi yang sebenarnya dimiliki oleh tim Manchester City. Sang manajer mengakui bahwa kesulitan mencetak gol merupakan masalah utama yang ia hadapi semenjak menangani Manchester City di awal musim ini. Kegagalan menang menjadi alasan Manchester City kehilangan poin – poin berharga yang berdampak pada hilangnya peluang memenangkan gelar di musim ini. Mendatangkan pemain dengan kemampuan mencetak gol yang dapat diandalkan disebut – sebut menjadi rencana Pep Guardiola di bursa transfer pemain musim panas nanti.

 

Manchester City untuk pertama kalinya mencetak 5 gol di Liga Primer Inggris musim ini. Terdapat 5 pemain yang mencatatkan namanya di papan skor pada laga melawan Crystal Palace tersebut. Hanya saja sang manajer mengaku belum memiliki sosok pemain yang dapat diandalkan untuk selalu mencetak gol. Guardiola mengaku dirinya memiliki skuad berkualitas; hanya saja pemain yang bertugas mencetak gol ternyata belum dapat diandalkan dari pertandingan ke pertandingan berikutnya. Pemain yang mencetak gol harus mencetak gol; demikian ungkap Pep Guardiola ketika mengaku timnya tidak memiliki pemain dengan kemampuan tersebut.

 

Kemenangan 5 – 0 atas Crystal Palace tersebut membuka peluang bagi Manchester City untuk lolos ke Liga Champions Eropa musim depan; terlebih lagi ketika Liverpool hanya mampu bermain imbang tanpa gol saat menjamu Southampton dan Manchester United dikaahkan Arsenal di Stadion Emirates. Persaingan di Liga Primer Inggris diakui Pep Guardiola jauh lebih ketat dari Bundesliga dan juga La Liga. Jika Bayern Munich selalu mendominasi Bundesliga dan La Liga selalu menjadi persaingan Barcelona serta Real Madrid; Liga Primer Inggris memiliki 5 hingga 6 tim yang selalu bersaing ketat di setiap musim. Guardiola menyebut Chelsea dan Liverpool memiliki keuntungan di musim ini karena tidak terlibat di kompetisi Eropa dan situasi akan menjadi berbeda jika keduanya juga berlaga di kompetisi Eropa musim depan.