Awal Karier “The King” Eric Cantona Adalah Seorang Kiper

Awal Karir “The King” Eric Cantona Adalah Seorang Kiper

Doupik.com – Manchester United adalah satu diantara sekian banyak klub sepak bola dunia yang memiliki penyerang-penyerang haus gol. Sebut saja nama Teddy Sheringham, Rooney, C. Ronaldo, Rudd van Nistelrooy, Mark Hughes, dan yang paling fenomenal adalah The King Eric Cantona. Khusus untuk nama terakhir merupakan sosok pemain penyerang yang teramat spesial bagi kubu Setan Merah.

 

 

Eric Cantona dikenal sebagai striker yang sangat menjadi fokus perhatian sepak bola Inggris pada tahun 1990-an. Bagaimana tidak, Cantona menjelma menjadi striker yang haus gol sekaligus striker yang dikenal paling kontroversial. Berbagai tindakan kontroversial yang berbalut emosional kerap kali dilakukan pemain asal Perancis ini. Sehingga sepak terjangnya selalu jadi perbincangan.

 

 

Kiprah perjalanan panjang dari pemain ini berawal dari Kota Marseille Perancis. 24 Mei tahun 1966 seorang bayi laki-laki lahir dari keluarga yang didominasi dari golongan berjuang. Anak laki-laki tersebut bernama lengkap Eric Daniel Pierre Cantona. Dari latar belakang yang kental dengan nuansa militer, maka seorang Eric Cantona menjadi seorang anak yang memiliki kepribadian keras dan pantang menyerah.

 

 

Kehidupan ekonomi keluarga pada saat itu bisa dikatakan miskin, membuat sosok Eric Cantona menjadi anak yang terus berjuang tanpa kenal lelah. Hingga akhirnya dia mulai tertarik dengan dunia sepak bola. Ketertarikan ini lantaran dia kerap bermain sepak bola bersama sang ayah. Hingga akhirnya dia memulai karir sepak bola juniornya bersama SO Caillolais di tahun 1981.

 

Satu hal yang menarik dari klub pertama the king Eric Cantona ini, ketika mulai bermain reguler di klub ini, Cantona sering dipasang sebagai kiper. Pada sat itu Cantona masih dalam proses pencarian jati diri sehingga dia dianggap cocok bermain sebagai kiper. Namun karena naluri menyerangnya yang tinggi, maka posisi kiper sangat tidak cocok dengan sosok Cantona.

 

 

Setelah satu tahun memulai karirnya di level junior bersama SO Cailolais, dia akhirnya hijrah ke Auxerre. Selama bermain di klub level atas liga Perancis ini emosi seorang Eric Cantona muda kerap meledak-ledak. Hingga akhirnya dia terlibat insiden baku hantam dengan rekan satu timnya. Akibatnya dia harus disisihkan di klub lain yaitu Olympique Marseille.

 

 

Pengalaman tidak mengenakan yang didapat Eric Cantona di klub sebelumnya tidak membuat dia jera dengan perilaku buruknya. Di Marseille dia terlibat lagi cekcok dengan rekan satu timnya. Hingga akhirnya diusir dari klub barunya. Dari kejadian ini sempat frustasi. Hinga akhirnya Michel Platini menyarankan dia untuk pindah ke Liga Inggris  bersama Ledds United.

 

Baca Juga : Judi Casino Online Dengan Menggunakan Uang Asli Terpercaya

 

Kasus kontroversialnya tidak berhenti di sini, di Ledds dia justru berseteru dengan sang pelatih. Akhirnya dia dijual dengan harga murah ke Manchester United. Di klub inilah nasib Eric Cantona berubah. Dia menjelma menjadi pemain kunci keberhasilan setan merah dalam merajai kompetisi sepak bola Inggris. Kesuksesan The King Cantona ini tetap saja dibumbui dengan berbagai perilaku kontroversialnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *