Roy Keane, Dahulunya Seorang Atlet Tinju

Roy Keane, Dahulunya Seorang Atlet Tinju

Sosok kapten legendaris Manchester United ini masih melekat kuat di benak para fans Setan Merah. Dialah sosok fenomenal dari Irlandia, Roy Keane . Pemain tengah yang cukup kontroversial di dataran Inggris. Pemain ini nyatanya menjadi ikon tim United sejak tahun 1997 hingga tahun 2005-an.  Dalam masa kepemimpinannya di lapangan hijau, pria Irlandia ini sukses membawa tim setan merah meraih beberapa gelar prestisius.

 

 

Melihat rekam jejaknya dalam dunia sepak bola, Roy Keane merupakan pemain yang memulai karirnya justru bukan dari dunia si kulit bundar. Keane lahir pada tanggal 10 Agustus 1971 ini mengawali karirnya justru dari dunia tinju. Sejak kecil hingga usia 9 tahun, Keane rajin berlatih tinju di sebuah klub tinju di kota kelahirannya. agen sbobet mengabarkanHal ini dikarenakan postur tubuhnya yang dianggap kurang ideal untuk bermain bola.

 

Baca Juga : Gianluigi Buffon, Kiper Hebat yang Dahulunya Seorang Gelandang Penyerang

 

Kemampuannya untuk bermain tinju ini semakin membuta fisik pemain ini kuat hingga akhirnya Roy Keane memutuskan untuk banting setir dan bermain di Klub sepak bola lokal Rockmount AFC. Sejak usia 9 tahun inilah dia mengasah keterampilan bermain bolanya di klub lokal kotanya ini. Bertahan beberapa musim di Rockmount AFC Junior, akhirnya Keane bergabung dengan Cobh Ramblers.

 

 

Cobh Ramblers merupakan sebuah klub semi profesional yang berasal dari Irlandia. Dari klub yang diasuh oleh Eddie O’Rourke inilah yang mengantarkan Roy Keane mentas di kompetisi yang lebih tinggi. Berkat penampilannya kala membela Cobh Ramblers yang bersua dengan Belveder FC, membuat salah satu klub peserta Liga Inggris yaitu Nottingham Forest kepincut dengan kemampuan Keane.

 

 

Setelah mendapatkan kepercayaan penuh dari pelatih dan manajemen Nottingham, maka Keane selalu menjadi skuad inti dalam setiap laga yang dijalani. Hingga akhirnya di tahun 1993 klub besar Inggris yaitu Manchester United meminang pemain ini dengan harga  78 milliar rupiah. Selanjutnya, seiring dengan kemajuannya dalam bermain Roy Keane akhirnya didaulat menjadi kapten tim sejak tahun 1994.

 

 

Nampaknya karakter olahraga tinju yang sempat dipelajari ketika kecil dulu memberikan andil yang cukup dominan dalam gaya bermain Roy Keane. Sosok Keane dikenal sebagai pemain tengah yang sangat piawai dalam mematikan pergerakan lawan dengan karakter permainan yang keras dan lugas. Tak ayal jika dirinya menjelma menjadi maestro di lapangan tengah kubu The Red Devils.

 

 

Di bawah tangan dingin pelatih Skotlandia Sir Alex Fergusson, Manchester United sukses menjadi raja di tanah Inggris maupun Eropa dengan berbagai macam raihan gelar dan trofinya. Selain itu Roy Keane juga memberikan andil sangat besar dalam kesuksesan Setan Merah selama beberapa musim di era kepemimpinannya di lapangan hijau. Hingga kini rasanya Keane adalah salah satu legenda bagi Man. United.

Gianluigi Buffon, Kiper Hebat yang Dahulunya Seorang Penyerang

Gianluigi Buffon, Kiper Hebat yang Dahulunya Seorang Gelandang Penyerang

Tua-tua keladi makin tua makin menjadi, itulah peribahasa yang cocok untuk menggambarkan kehebatan kiper Juventus yang satu ini. Dialah Kiper hebat yang bernama Gianluigi Buffon. Hampir semua fans sepak bola di dunia ini mengenal namanya. Buffon merupakan salah satu penjaga gawang terbaik yang pernah ada di dunia sepak bola.

 

 

Gianluigi Buffon lahir pada tanggal 28 Januari 1978 silam. Buffon dikenal sebagai pemain yang loyal terhadap klubnya. Hal itu terbukti ketika Juventus terlibat kasus Calciopolli di tahun 2006 dan memaksa klub tersebut terjun ke kasta kelas dua yaitu Serie B. Meskipun banyak tawaran dari klub-klub elit Eropa berdatangan, namun dia lebih memilih bertahan bersama Si  Nyonya Tua Juventus.

 

 

Jika memperhatikan rekam jejak karir sepak bola profesionalnya, dia hanya pernah berkostum dua klub saja hingga detik ini. Klub pertama adalah AC Parma dan yang sekarang adalah Juventus. Menilik lebih jauh dari perjalanan karir Gianluigi Buffon ada sebuah hal yang menarik untuk dibahas. Hal itu terkait pada posisi awal pemain yang akrab disapa ‘Gigi’ ini.

 

 

Gianluigi Buffon muda memulai karir sepak bola di klub AC Parma pada tahun 1991. Di awal karirnya di tim junior AC Parma, Buffon sering berlatih dan bermain sebagai gelandang tengah dan penyerang. Posisi penyeranglah yang paling banyak dipilih Buffon ketika bermain di tim junior Parma. Hingga ada sebuah kejadian yang terjadi secara tidak sengaja di kubu Parma.

 

 

Kala itu dua penjaga gawang andalan AC Parma sama-sama dibekap cidera hingga akhirnya pelatih mengintruksikan Buffon untuk menjadi seorang kiper. Lama-kelamaan kebiasaan menjadi kiper itu akhirnya diminati oleh Buffon. Dari posisi kiper inilah potensinya semakin meningkat dan terus mengambil hati tim pelatih hingga kahirnya di tahun `1995, kesempatan itu datang.

 

 

Tepat di tanggal 19 November 1995, Gianluigi Buffon yang kala itu masih berusia 17 tahun menjajal debut pertama kalinya di kasta tertinggi sepak bola Italia. Buffon menempati posisi sebagai kiper utama Parma lantaran kedua kiper lainnya sedang cidera. Laga debut ini tidak mudah, karena AC Parma kala itu harus bertemu dengan klub papan atas Italia yaitu AC Milan.

 

 

Tidak mau membuang kesempatan itu, akhirnya Gianluigi Buffon menjadi kejutan besar dalam dunia sepak bola. Di usianya yang masih sangat belia, Buffon tampil dengan impresif dan berhasil menjaga kesuciannya dari gempuran pemain-pemain top AC Milan. Akhirnya laga berkesudahan dengan kedudukan imbang tanpa gol. Dari awal yang baik itulah, Buffon menjadi bagian penting dari kesuksesan AC Parma.

 

 

Hingga akhirnya manajemen Juventus terpikat dengan kemampuan kiper yang satu ini. Di musim 2001 secara resmi Juventus memboyong Gianluigi Buffon dari Parma dengan mahar yang sangat fantastis untuk level seorang kiper. Di Juventus inilah Buffon menjelma menjadi kiper hebat yang melegenda bagi tanah Italia.